RIAB FAIR Ke-13 resmi
dibuka. Event tahunan yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa
dihadiri oleh 3.113 peserta mewakili berbagai macam cabang perlombaan, Senin
(14/9/2026).
Di tengah persaingan
sengit antar pelajar terbaik tersebut, MTsT
Darul Tahfidz Al-Ikhlas (DTI) berhasil menorehkan
prestasi gemilang dengan keluar sebagai Juara
Umum II untuk tingkat MTS/SMP sederajat..
Kepala MTsT Ustadz Moch.
Reza, MM menyampaikan ada beberapa juara yang di raih oleh para santri MDTI di event
Riab Fair kali ini. keberhasilan
membawa pulang trofi Juara Umum II ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan
dan pembinaan bakat yang konsisten di lingkungan MDTI.
“Salman Alfarisy juara 2 cabang
tilawah, Muhammad Zayan Alhafizi juara 2 cabang khatil Qur’an, Syaza Sofia juara
1 cabang Bahasa Indonesia, Ahmad Zahir Azhari juara 3 cabang pidato Bahasa Inggris
dan Khaireen Juara 1 Cabang Story Telling”, jelasnya.
Disamping itu, Ustad Reza
juga memberikan apresiasi kepada santri yang telah berjuang dalam mendapatkan hasil
yang terbaik, karena sebuah prestasi baik di ajang manapun bukan hal yang
sia-sia.
 “Kita mendidik para santri untuk siap tampil didepan,
soal menang dan kalah ini hal yang biasa, tapi yang penting adalah membimbing soft
skill mereka untuk terus diasah melalui para guru yang ahli di bidangnya”
ujarnya.
Mudir MDTI Ustadz Dr. Zulfikar,
M. Ag mengatakan bahwa Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas (MDTI) terus menerus
mengembangkan kurikulum atau program untuk menunjang kualitas mutu pendidikan,
baik dari segi Tahfizh Al-Qur’an maupun dari segi ekstrakulikuler.
“Alumni MDTI nantinya, bukan
hanya dikenal menjadi Hafidz Al-Qur’an saja, akan tetapi juga mampu untuk menguasai
dalam beberapa hal keilmuan, contoh berbahasa inggris dan arab dengan baik dan
lancar serta menguasai beberapa ekstrakulikuler lainnya” jelas Mudir MDTI.
Hal ini Ustadz Zulfikar
juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang telah melatih
dan membimbing para santri, karena dengan padatnya jadwal pondok dan sekolah
mereka juga harus mencuri waktu untuk membimbing para santri untuk terus menjadi
yang terbaik.
“Perjuangan seorang guru
tidak akan bisa digantikan oleh apapun, namun kebahagiaan mereka bisa dilihat
ketika para santrinya menjadi orang yang sukses dan berhasil dunia akhirat”,
ucap Ustadz Zulfikar.
Semoga para santri tetap terus berkreasi dan kreatif dalam mengembangkan soft skill yang mereka kuasai karena prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengasah mental juara dan mempertahankan tradisi berprestasi di ajang-ajang berikutnya.
RIAB FAIR XIII sendiri
ditutup dengan meriah setelah sepekan penuh menyajikan kompetisi ketat dan
menjadi wadah silaturahmi akbar bagi ribuan pelajar se-Aceh dalam membangun
generasi muda yang cerdas, peduli, dan berprestasi.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!