Komitmen
Jaga Mutu Hafalan, MDTI Kembali Gelar Syahadah Al-Qur'an 30 Juz Sekali Duduk
BANDA
ACEH — Ma'had
Daarut Tahfizh Al-Ikhlas (MDTI) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah
satu lembaga pencetak penjaga Al-Qur'an terdepan di Aceh. Melalui komitmen
ketat dalam menjaga mutu dan kualitas hafalan, hari ini ditambah satu santri
lagi melaksanakan Syahadah 30 Juz, total sekarang sudah menacapai 231 santri
dinyatakan lulus dalam ujian terbuka Syahadah Al-Qur'an 30 Juz yang digelar
dengan metode "Sekali Duduk", Rabu, 2/9/2026.
Ujian
Syahadah "Sekali Duduk" ini menjadi standarisasi tertinggi di MDTI.
Para santri diwajibkan melantunkan seluruh isi Al-Qur'an mulai dari Surah
Al-Baqarah hingga An-Nas secara mutqin (kuat dan melekat) tanpa melihat
mushaf dalam kurun waktu satu hari penuh. Jeda yang diberikan hanya untuk
ibadah shalat dan makan.
Mudir
Ma'had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, Ustaz Dr. H. Zulfikar, S.Ag., M.Ag.,
mengungkapkan bahwa metode pengetesan ini bukan sekadar formalitas kelulusan.
Sistem ini menjadi benteng untuk memastikan kualitas hafalan para santri
benar-benar terjaga dengan baik sebelum mereka terjun ke masyarakat atau
melanjutkan studi ke Timur Tengah.
"Kami
tidak mengejar kuantitas semata, melainkan kualitas hafalan yang kokoh. Ujian
sekali duduk ini menguras energi yang luar biasa, melatih mental, dan
membuktikan bahwa ayat-ayat suci tersebut telah benar-benar menyatu dalam dada
mereka," ujar Ustaz Zulfikar saat memberikan sambutan dipembukaan Syahadah
30 Juz di Aula MDTI Intensif.
Ananda yang syahadah 30 juz hari ini yakni Mabrur Hidayatullah santri kelas 3 MAT DTI, Suasana
khidmat menyelimuti lokasi acara ketika para santri satu per
satu menyelesaikan setoran akhir mereka di hadapan dewan penguji. Ketegangan
berubah menjadi tangis syukur dari para orang tua yang hadir menyaksikan
langsung perjuangan anak-anak mereka.
Melalui ujian
syahadah mutqin ini, MDTI berharap dapat terus mencetak generasi Qur'ani
unggul. Mereka diharapkan tidak hanya hafal secara tekstual, tetapi juga mampu
mengamalkan serta menjadi pelita dakwah Islam di tengah-tengah umat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!