Banda Aceh — MTsT Daarut Tahfizh Al-Ikhlas sukses menyelenggarakan *Haflah Hifzhil Qur’an* sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan capaian hafalan Al-Qur’an para santri.
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi MTsT Daarut Tahfizh Al-Ikhlas karena merupakan Haflah Hifzhil Qur’an yang pertama kali diselenggarakan. Selain memberikan penghargaan atas capaian para santri, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat dan motivasi santri untuk terus meningkatkan hafalan serta mencapai target yang telah ditetapkan dalam *Program Tahfizh di MTsT DTI.*
Pada pelaksanaan perdana ini, sebanyak *50 santri* mengikuti Haflah Hifzhil Qur’an. Mereka terdiri dari *Santri yang Mukammal dan santri yang berhasil mencapai target hafalan sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.*
Dalam Program Tahfizh di, MTsT Daarut Tahfizh Al-Ikhlas menetapkan target hafalan secara bertahap, yaitu *5 juz untuk kelas VII, 10 juz untuk kelas VIII, dan 15 juz untuk kelas IX.* Target tersebut menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam membentuk generasi yang dekat, cinta, dan senantiasa menjaga Al-Qur’an.
Kepala MTsT-DTI, Mochammad Reza MM menyampaikan bahwa Haflah Hifzhil Qur’an diharapkan tidak hanya menjadi seremoni atas capaian hafalan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk semakin bersungguh-sungguh bersama Al-Qur’an.
“Haflah ini bukanlah akhir dari perjalanan menghafal Al-Qur’an, tetapi menjadi awal untuk terus menjaga dan menambah hafalan. Kami berharap capaian para santri hari ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berjuang mencapai target terbaiknya serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.”
Di balik setiap capaian tersebut terdapat proses panjang yang dilalui para santri, mulai dari menghafal, mengulang, memperbaiki bacaan hingga menjaga hafalan yang telah diperoleh. Semua itu tidak terlepas dari bimbingan dan kesabaran para asatidzah serta doa dan dukungan orang tua.
Melalui Haflah Hifzhil Qur’an perdana ini, MTsT Daarut Tahfizh Al-Ikhlas berharap semangat menghafal Al-Qur’an semakin tumbuh di dalam diri seluruh santri. Tidak hanya mengejar jumlah hafalan, tetapi juga mampu menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
*Lima juz, sepuluh juz, hingga lima belas juz bukan sekadar angka. Di dalamnya tersimpan ribuan ayat yang diperjuangkan, doa orang tua yang mengiringi, serta kesungguhan para santri dalam menjaga Kalamullah.*
Semoga Haflah Hifzhil Qur’an perdana ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak generasi penjaga Al-Qur’an dari MTsT Daarut Tahfizh Al-Ikhlas, serta menjadi langkah keberkahan dalam mewujudkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah bersama Al-Qur’an.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!