Aceh Besar – Kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti keluarga besar Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas (MDTI) setelah seorang santriwati asal Gampong Ajuen, Kabupaten Aceh Besar, berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur'an sekali setor, Jum'at 31/7/2026.
Santriwati yang saat ini duduk di Madrasah Aliyah Terpadu (MAT) Kelas III Aliyah itu menorehkan prestasi yang membanggakan setelah melewati perjalanan panjang penuh kesabaran, kedisiplinan, dan istiqamah dalam menjaga hafalan Al-Qur'an.
Menyelesaikan hafalan 30 juz dalam sekali penyetoran bukanlah perkara mudah. Selain membutuhkan hafalan yang benar-benar kuat, seorang santri juga dituntut memiliki ketenangan, fokus, serta kemampuan menjaga hafalan melalui murojaah yang konsisten setiap hari. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja keras yang dilakukan selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.
Di balik keberhasilan itu, tersimpan kisah pengorbanan orang tua yang sejak awal memilih pendidikan Al-Qur'an sebagai jalan terbaik bagi putrinya. Mereka rela berpisah dengan anak tercinta demi memberikan kesempatan untuk menimba ilmu agama dan menghafal Al-Qur'an di lingkungan pesantren.
Dengan mata berkaca-kaca, kedua orang tua santriwati tersebut mengungkapkan rasa syukur yang tidak mampu mereka lukiskan dengan kata-kata.
"Sebagai orang tua, kami hanya mampu berdoa dan berusaha memberikan pendidikan terbaik. Kami percaya bahwa ketika anak dekat dengan Al-Qur'an, Allah akan menjaga langkah hidupnya. Hari ini kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Semua rasa rindu, pengorbanan, dan doa yang kami panjatkan terasa terbayar ketika melihat putri kami mampu menyelesaikan hafalan 30 juz. Semoga Allah menjaga hafalannya hingga akhir hayat dan menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya dalam kehidupannya."
Para guru tahfizh MDTI menilai keberhasilan tersebut lahir dari perpaduan antara kesungguhan santri, bimbingan para pembina, serta dukungan keluarga yang tidak pernah putus.
Salah seorang guru tahfizh MDTI mengatakan bahwa santriwati tersebut dikenal sebagai pribadi yang tekun, disiplin, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
"Keberhasilan ini bukan diraih dalam semalam. Ia melalui proses yang panjang, mulai dari menghafal ayat demi ayat, menjaga hafalan dengan murojaah setiap hari, hingga mempersiapkan diri menghadapi sekali setor 30 juz. Yang paling kami banggakan bukan hanya kuatnya hafalan, tetapi juga akhlak, adab kepada guru, dan kesungguhannya dalam belajar. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh santri lainnya."
Sementara itu, Pimpinan Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas (MDTI), Dr. Zulfikar, M.Ag, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan seorang santri menghafal Al-Qur'an merupakan hasil sinergi antara doa orang tua, kesungguhan santri, dan keberkahan bimbingan para guru.
Dr. Zulfikar, M.Ag mengatakan, "Menghafal Al-Qur'an bukan sekadar kemampuan mengingat ayat, tetapi proses panjang membentuk karakter, kedisiplinan, kesabaran, dan keikhlasan. Ketika seorang santri mampu menyelesaikan hafalan 30 juz, terlebih dengan sekali setor, itu menunjukkan kualitas hafalan yang telah dibangun melalui istiqamah dan latihan yang berkesinambungan."
Beliau juga mengajak para orang tua agar tidak ragu mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada lembaga yang menjadikan Al-Qur'an sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
"Investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak bukan hanya pendidikan dunia, tetapi juga pendidikan Al-Qur'an. Ketika Al-Qur'an telah menetap di dalam hati seorang anak, insya Allah ia akan menjadi benteng moral yang membimbing kehidupannya. Kami berharap semakin banyak generasi Aceh yang tumbuh sebagai penghafal Al-Qur'an, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat."
Prestasi santriwati asal Ajuen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh Besar. Di tengah tantangan zaman, keberhasilannya membuktikan bahwa generasi muda masih memiliki semangat besar untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Mahad Daarut Tahfizh Al-Ikhlas terus berkomitmen melahirkan generasi Qur'ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, serta siap menjadi pemimpin umat di masa depan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri lainnya untuk terus berjuang, karena setiap ayat yang dihafal merupakan cahaya yang akan menerangi kehidupan di dunia dan menjadi syafaat di akhirat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!