Lantunkan 30 Juz Sekali
Duduk, Santri MDTI Putra Pidie Jaya Raih Gelar Syahadah Al-Quran
Aceh Besar — Prestasi
gemilang yang menggetarkan hati kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Islam
di Kabupaten Pidie Jaya. Muhammad Ghifari Al Lutfi, seorang santri berprestasi
asal Pidie Jaya yang menempuh pendidikan di Ma'had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas
(MDTI), sukses mengukir sejarah luar biasa. Ia berhasil menuntaskan hafalan
Al-Quran 30 juz melalui metode Syahadah—sebuah ujian berat berupa melantunkan
seluruh ayat suci dari ingatan dalam sekali duduk, Senin 12/10/2026.
Keberhasilan ini menjadi
momentum kebanggaan besar, tidak hanya bagi keluarga pesantren, tetapi juga
bagi seluruh masyarakat Pidie Jaya yang dikenal religius. Program Syahadah 30
juz merupakan salah satu ujian paling menantang dan sakral di dunia pesantren
tahfizh. Seorang hafiz dituntut melafalkan setiap ayat secara runtut tanpa
terputus, yang menguji kekuatan daya ingat sekaligus keteguhan spiritual yang
luar biasa.
Mudir MDTI, Dr. Zulfikar, M. Ag.,
menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian mengagumkan ini.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi dan
keikhlasan yang tertanam kuat.
"Pencapaian Ananda
Muhammad Ghifari adalah bukti nyata bahwa dedikasi yang tinggi, kedisiplinan
yang istiqamah, serta kebersihan hati dalam menjaga kalam Allah akan membuahkan
kemuliaan. Ujian Syahadah sekali duduk ini bukan sekadar formalitas kelulusan,
melainkan wujud keteguhan jiwa seorang pejuang Al-Quran. Kami berharap prestasi
ini menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi santri-santri lainnya untuk
terus meningkatkan kualitas hafalan mereka," ujar Dr. Zulfikar.
Rasa haru dan syukur
mendalam juga diutarakan oleh pihak keluarga. Ustad Marwan, S. Ag., M. Pd.,
yang hadir memberikan sambutan mewakili wali santri, tidak dapat menyembunyikan
rasa bangganya atas karunia besar yang diterima oleh putra daerah Pidie Jaya
tersebut.
"Sebagai orang tua,
tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada melihat anak kita tumbuh
menjadi penjaga Al-Quran yang mutqin. Kami sangat berterima kasih kepada
segenap asatidz di MDTI yang telah membimbing, mendidik, dan menemani proses
panjang ini dengan penuh kesabaran. Gelar Syahadah ini adalah hadiah terindah
bagi kami, sekaligus amanah besar bagi Ghifari untuk mengamalkan Al-Quran di
tengah-tengah masyarakat," ungkap Ustad Marwan dengan penuh haru.
Keberhasilan ini
sekaligus menegaskan kembali komitmen kuat MDTI dalam mencetak generasi muda
Islam yang Qurani, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan
umat dan bangsa di masa depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!