Menempa Generasi Beradab:
Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Kiprah 17 Tahun MDTI
Banda Aceh – Usia 17
tahun bagi sebuah lembaga pendidikan bukanlah sekadar angka. Ia adalah simbol
kedewasaan, ketangguhan, sekaligus bukti konsistensi dalam merawat moral anak
bangsa. Momentum bersejarah ini dirayakan dengan penuh kemeriahan dan
kekhidmatan pada puncak peringatan Milad ke-17 Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas
(MDTI). Suasana upacara yang berlangsung tertib di Lapangan MDTI menjadi
semakin istimewa dengan hadirnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama
(Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, yang bertindak langsung
sebagai Pembina Upacara, Rabu 23/09/2026
Dalam amanatnya di
hadapan ratusan santri, guru yang memadati lapangan, Kakanwil Azhari
menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi tanpa henti yang telah
ditunjukkan oleh MDTI selama hampir dua dekade. Beliau menegaskan bahwa MDTI
telah mengambil peran krusial dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di
Tanah Rencong, khususnya dalam membentengi moral generasi muda dari pergeseran
nilai zaman.
Pesan paling kuat yang
digaris bawahi oleh Drs. H. Azhari, M.Si dalam pidatonya adalah mengenai
kedudukan akhlak dan adab dalam menuntut ilmu. Di tengah gempuran arus
modernisasi dan digitalisasi yang kerap mengaburkan sekat-sekat etika, beliau
mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan membawa keberkahan tanpa
diiringi oleh keluhuran budi pekerti.
"Ilmu tanpa adab
akan kehilangan arah, dan kepintaran tanpa akhlak hanya akan membawa
kemudharatan. Santri MDTI harus menjadi pembeda di tengah masyarakat. Ingatlah,
adab adalah pakaian terbaik bagi seorang penuntut ilmu. Setinggi apa pun gelar
dan ilmumu, ia tidak akan bernilai jika kehilangan rasa hormat kepada orang tua
dan guru."
— Drs. H. Azhari, M.Si
Beliau juga menambahkan
bahwa sejarah peradaban Islam mencatat bagaimana para ulama besar terdahulu
menghabiskan waktu puluhan tahun hanya untuk mempelajari adab sebelum mereka
menyelami samudera ilmu pengetahuan. Fondasi tradisi Islam inilah yang harus
dihidupkan kembali di lingkungan madrasah agar melahirkan generasi yang tidak
hanya cerdas otak, tetapi juga bersih hati.
Kakanwil Kemenag Aceh
menilai, perjalanan 17 tahun MDTI merupakan bukti nyata dari komitmen ikhlas
para pendidik dan pengelola dalam menanamkan nilai-nilai islami sejak dini.
Lembaga ini dinilai telah berhasil menjadi mitra strategis Kementerian Agama
dalam mencetak generasi Qurani yang memiliki ketahanan moral kuat.
Apresiasi tersebut
disambut hangat oleh Pimpinan MDTI, Dr. H. Zulfikar, M.Ag. Dalam sambutannya,
Dr. Zulfikar menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang selalu
diberikan oleh Kanwil Kemenag Aceh. Beliau menegaskan bahwa usia 17 tahun
menjadi momentum bagi MDTI untuk melakukan akselerasi dan peningkatan mutu
pendidikan tanpa mencabut akar nilai-nilai kepesantrenan.
"Kehadiran Bapak
Kakanwil menjadi energi baru bagi kami di usia yang ke-17 ini. Kami berkomitmen
menjadikan MDTI bukan hanya tempat mentransfer pengetahuan (transfer of
knowledge), melainkan rahim yang melahirkan manusia-manusia beradab yang siap
berkontribusi bagi kemajuan Aceh dan umat Islam secara luas."
— Dr. H. Zulfikar, M.Ag
Kemeriahan Milad: Dari
Ruang Syiar hingga Aksi Sosial
Selain upacara bendera
yang khidmat, perayaan Milad ke-17 ini juga dihidupkan dengan berbagai
rangkaian acara tambahan yang melibatkan seluruh civitas akademika dan
masyarakat sekitar. MDTI menggelar aksi bakti sosial sebagai wujud nyata
kepedulian lingkungan, serta kegiatan jalan santai yang diikuti dengan antusias
guna mempererat tali silaturahmi.
Suasana religius dan
kompetitif juga terpancar lewat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)
Internal yang dikenal dengan sebutan Mifqar. Ajang ini menjadi wadah bagi para
santri untuk menyalurkan bakat dan kecintaan mereka terhadap Al-Quran. Tidak
ketinggalan, kemeriahan acara ditutup dengan gelaran bazar yang memamerkan
kreativitas serta produk UMKM local.
Rangkaian acara yang variatif ini menjadi penanda bahwa di usianya yang ke-17, MDTI tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik di dalam kelas, melainkan juga aktif membangun kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi. MDTI siap melangkah lebih jauh, merajut masa depan emas Aceh lewat generasi yang berilmu luas dan berakhlak mulia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!