Wednesday, 23 September 2026
Ma'had Darut Tahfizh Al-Ikhlas Menu
Navigasi
Kategori
Label

Menempa Generasi Beradab: Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Kiprah 17 Tahun MDTI

Penulis Ichsan Al Basith
Tanggal Terbit 23 Sep 2026
79 Views
Menempa Generasi Beradab: Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Kiprah 17 Tahun MDTI
Kakanwil Kemenag Aceh Drs. Azhari, M.Si

Menempa Generasi Beradab: Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Kiprah 17 Tahun MDTI

Banda Aceh – Usia 17 tahun bagi sebuah lembaga pendidikan bukanlah sekadar angka. Ia adalah simbol kedewasaan, ketangguhan, sekaligus bukti konsistensi dalam merawat moral anak bangsa. Momentum bersejarah ini dirayakan dengan penuh kemeriahan dan kekhidmatan pada puncak peringatan Milad ke-17 Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas (MDTI). Suasana upacara yang berlangsung tertib di Lapangan MDTI menjadi semakin istimewa dengan hadirnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, yang bertindak langsung sebagai Pembina Upacara, Rabu 23/09/2026

Dalam amanatnya di hadapan ratusan santri, guru yang memadati lapangan, Kakanwil Azhari menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi tanpa henti yang telah ditunjukkan oleh MDTI selama hampir dua dekade. Beliau menegaskan bahwa MDTI telah mengambil peran krusial dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di Tanah Rencong, khususnya dalam membentengi moral generasi muda dari pergeseran nilai zaman.

Pesan paling kuat yang digaris bawahi oleh Drs. H. Azhari, M.Si dalam pidatonya adalah mengenai kedudukan akhlak dan adab dalam menuntut ilmu. Di tengah gempuran arus modernisasi dan digitalisasi yang kerap mengaburkan sekat-sekat etika, beliau mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan membawa keberkahan tanpa diiringi oleh keluhuran budi pekerti.

"Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah, dan kepintaran tanpa akhlak hanya akan membawa kemudharatan. Santri MDTI harus menjadi pembeda di tengah masyarakat. Ingatlah, adab adalah pakaian terbaik bagi seorang penuntut ilmu. Setinggi apa pun gelar dan ilmumu, ia tidak akan bernilai jika kehilangan rasa hormat kepada orang tua dan guru."
— Drs. H. Azhari, M.Si

Beliau juga menambahkan bahwa sejarah peradaban Islam mencatat bagaimana para ulama besar terdahulu menghabiskan waktu puluhan tahun hanya untuk mempelajari adab sebelum mereka menyelami samudera ilmu pengetahuan. Fondasi tradisi Islam inilah yang harus dihidupkan kembali di lingkungan madrasah agar melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas otak, tetapi juga bersih hati.

Kakanwil Kemenag Aceh menilai, perjalanan 17 tahun MDTI merupakan bukti nyata dari komitmen ikhlas para pendidik dan pengelola dalam menanamkan nilai-nilai islami sejak dini. Lembaga ini dinilai telah berhasil menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam mencetak generasi Qurani yang memiliki ketahanan moral kuat.

Apresiasi tersebut disambut hangat oleh Pimpinan MDTI, Dr. H. Zulfikar, M.Ag. Dalam sambutannya, Dr. Zulfikar menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh yang selalu diberikan oleh Kanwil Kemenag Aceh. Beliau menegaskan bahwa usia 17 tahun menjadi momentum bagi MDTI untuk melakukan akselerasi dan peningkatan mutu pendidikan tanpa mencabut akar nilai-nilai kepesantrenan.

"Kehadiran Bapak Kakanwil menjadi energi baru bagi kami di usia yang ke-17 ini. Kami berkomitmen menjadikan MDTI bukan hanya tempat mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan rahim yang melahirkan manusia-manusia beradab yang siap berkontribusi bagi kemajuan Aceh dan umat Islam secara luas."
— Dr. H. Zulfikar, M.Ag

Kemeriahan Milad: Dari Ruang Syiar hingga Aksi Sosial

Selain upacara bendera yang khidmat, perayaan Milad ke-17 ini juga dihidupkan dengan berbagai rangkaian acara tambahan yang melibatkan seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar. MDTI menggelar aksi bakti sosial sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan, serta kegiatan jalan santai yang diikuti dengan antusias guna mempererat tali silaturahmi.

Suasana religius dan kompetitif juga terpancar lewat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internal yang dikenal dengan sebutan Mifqar. Ajang ini menjadi wadah bagi para santri untuk menyalurkan bakat dan kecintaan mereka terhadap Al-Quran. Tidak ketinggalan, kemeriahan acara ditutup dengan gelaran bazar yang memamerkan kreativitas serta produk UMKM local.

Rangkaian acara yang variatif ini menjadi penanda bahwa di usianya yang ke-17, MDTI tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik di dalam kelas, melainkan juga aktif membangun kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi. MDTI siap melangkah lebih jauh, merajut masa depan emas Aceh lewat generasi yang berilmu luas dan berakhlak mulia.

Tags:

0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tinggalkan Komentar
Beranda
Berita
SPMB
Prestasi
Syahadah