MDTI Kembali Lahirkan Hafizh Baru:
Thalhah, Anak Penceramah Aceh Barat Sukses Syahadah 30 Juz
BANDA ACEH, — Suasana
haru dan khidmat menyelimuti kompleks Ma'had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas (MDTI)
Banda Aceh. Lembaga pendidikan Al-Qur’an terkemuka di Serambi Mekkah ini
kembali sukses melahirkan seorang hafiz baru yang tangguh. Thalhah, santri muda
berbakat asal Aceh Barat, secara resmi dinyatakan lulus dan berhasil meraih
Syahadah 30 Juz setelah menuntaskan ujian setoran hafalan sekali duduk di
hadapan dewan penguji.
Keberhasilan Thalhah
tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MDTI, tetapi juga menjadi buah
manis bagi sang ayah, Ustadz H. Surianto Sudirman, Lc., M.A. Pria yang dikenal
luas sebagai penceramah, ulama muda, sekaligus Ketua Tastafi Aceh Barat ini
tampak tak kuasa menahan air mata bahagia menyaksikan putra tercintanya
dikukuhkan sebagai penjaga kalam Allah.
Prosesi syahadah
Al-Qur'an 30 juz ini merupakan bentuk ujian krusial untuk menguji kekuatan
hafalan (mutqin) seorang santri. Diperlukan konsistensi, disiplin tinggi, serta
dedikasi luar biasa selama bertahun-tahun untuk bisa melafalkan ribuan ayat
secara lancar tanpa melihat mushaf.
Pimpinan MDTI, Ustadz Dr. H.
Zulfikar, M.Ag., memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi
yang ditunjukkan oleh Thalhah. Menurutnya, pencapaian ini merupakan bukti nyata
dari sinergi yang baik antara ketekunan santri, keikhlasan guru, dan dukungan
penuh orang tua.
"Alhamdulillah,
menuntaskan syahadah 30 juz dengan kualitas hafalan yang matang merupakan
sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang santri. Thalhah telah
membuktikan bahwa dengan niat yang ikhlas dan ketekunan yang tiada henti,
mahkota kemuliaan Al-Qur'an bisa diraih," ujar Ust. H. Zulfikar saat
dikonfirmasi, Rabu (30/9).
Ia menambahkan, kehadiran
Thalhah sebagai hafiz baru diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi santri
lainnya. "Kehadiran Thalhah menjadi suntikan semangat bagi kami semua
untuk terus mencetak generasi Qurani yang siap menjaga syiar Islam di bumi
Aceh. Kami berharap ilmu dan hafalan yang dimiliki Thalhah dapat menjadi berkah
bagi umat," lanjutnya.
Sementara itu, Ustadz H.
Surianto Sudirman, Lc., M.A., selaku orang tua santri, menyampaikan rasa
syukurnya yang mendalam. Sebagai seorang pendakwah yang aktif di tengah
masyarakat, mendidik anak agar menjadi seorang hafiz Al-Qur'an adalah salah
satu impian terbesar dalam hidupnya.
"Sebagai orang tua,
tidak ada kebahagiaan dan hadiah yang lebih indah di dunia ini selain melihat
anak kita tumbuh menjadi penjaga Al-Qur'an. Setiap ayat yang Thalhah lafazkan
adalah tetesan keringat, air mata doa dalam sujud, dan harapan besar agar kelak
ia bisa menjadi penerang bagi keluarga dan umat," ungkap Ustadz Surianto
dengan nada haru.
Meski demikian, ia
mengingatkan putranya bahwa kelulusan ini bukanlah akhir dari proses belajar,
melainkan awal dari amanah yang lebih besar.
"Ini bukanlah akhir
dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk
mengamalkan dan menjaga kesucian 30 juz tersebut di dalam dada. Terima kasih
yang tak terhingga kepada para asatidz di MDTI yang telah membimbing putra kami
dengan penuh keikhlasan," pungkasnya.
Pencapaian Thalhah ini
kian mengukuhkan posisi MDTI sebagai salah satu dayah/pesantren pencetak hafiz
Al-Qur'an berkualitas tinggi di Provinsi Aceh. Acara pengukuhan dan penyerahan
syahadah tersebut diakhiri dengan doa bersama dan prosesi ucapan selamat dari
seluruh asatidz serta wali santri yang hadir.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!